
Yang dibahas pada artikel ini adalah tentang fungsi perintah
navigator yang akan digunakan untuk mendeteksi jenis dan versi dari browser yang digunakan pengunjung situs anda. Kelebihan dari perintah ini adalah didukung oleh semua
javascript-support pada seluruh jenis browser.
Perhatikan contoh perintah berikut :
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
var nama_browser= navigator.appName;
var versi_browser = parseFloat(navigator.appVersion);
document.write("Anda menggunakan ", nama_browser, " ", versi_browser , ".");
</SCRIPT>
Ketika saya gunakan opera, script tersebut menampilkan berikut :
" Anda menggunakan Opera 9.2 "
Keterangan :- Property perintah navigator.appName berfungsi untuk menampilkan jenis (merk) browser yang digunakan seperti Opera atau Internet Explorer.
- navigator.appVersion berfungsi untuk menampilkan versi dari browser. Hanya saja perintah tersebut akan menampilkan lebih sekedar informasi versi. Sebagai contoh misalnya akan menampilkan "4.03 [en] (Win95; I)". Untuk mengakali hal tersebut, maka saya menggunakan fungsi parseFloat() untuk mengkonversinya menjadi angka floating-point yang akan menampilkan nomor versinya saja, misalnya dari 4.03 [en] (Win95; I) menjadi 4.03 saja.
Sekarang, perhatikan fungsi berikut :
function kode_browser()
{
if (navigator.appName == "Microsoft Internet Explorer")
return 1;
if (navigator.appName == "Opera")
return 2;
// Nilai 0 digunakan untuk browser lain
return 0;
}
function versi_browser() {
// return version number (e.g., 4.03)
return parseFloat(navigator.appVersion)
}Anda bisa menggunakan fungsi tersebut jika anda ingin memperjelas perbedaan antara browser satu dengan yang lain. Dan anda dapat memodifikasinya menjadi seperti berikut :
var angka_kode = kode_browser();
var namabrowser=navigator.appName;
var kode_versi = versi_browser();
if ((angka_kode != 0) && (kode_versi >= 4))
{
// Tulis Statement anda disini
}Anda dapat memodifikasi perintah tersebut untuk keperluan pembatasan akses situs anda. Misalnya, jika anda ingin agar situs anda hanya bisa diakses dengan Internet Explorer dan Opera versi tertentu, maka modifikasi dilakukan dengan cara sebagai berikut :
function kode_browser() {
if (navigator.appName == "Microsoft Internet Explorer")
return 1;
if (navigator.appName == "Opera")
return 2;
// Nilai 0 digunakan untuk browser lain return 0;
}
function versi_browser() {
// return version number (e.g., 4.03)
return parseFloat(navigator.appVersion)
}var angka_kode = kode_browser();
var namabrowser=navigator.appName;
var kode_versi = versi_browser();
if ((angka_kode != 0) && (kode_versi >= 4))
{
document.write("Versi Browser anda adalah " + namabrowser + "<br>Versi " + kode_versi + "<br>Anda dapat mengakses situs ini dengan baik");
}
else
{
document.write("Browser yang anda gunakan tidak sesuai dengan spesifikasi minimal.<br>Anda tidak dapat mengakses situs ini dengan baik");
}
Penjelasan :
Script tersebut akan melakukan pembatasan penggunaan browser dengan cara melarang
Mozilla Firefox. Kenapa ? karena Mozilla tidak dimasukkan dalam daftar perizinan.
Perintah
return 1 atau
2 merupakan indikasi yang dibuat untuk deklarasi nama dari browser. Dalam hal ini, angka
1 adalah
Internet Explorer dan angka
2 adalah
Opera. Sedangkan angka
0 adalah indikasi untuk browser lain yang tidak termasuk dalam daftar.
Kemudian perintah "
if ((angka_kode != 0) && (kode_versi >= 4)) " menunjukkan bahwa jika indikasi browser tidak sama dengan
0 (browser yang tidak terdaftar), maka akan muncul pesan :
"Versi Browser anda adalah namabrowser
Versi kode_versi
Anda dapat mengakses situs ini dengan baik."Tapi jika sama dengan 0 (
else), maka akan menampilkan pesan :
“
Browser yang anda gunakan tidak sesuai dengan spesifikasi minimal.
Anda tidak dapat mengakses situs ini dengan baik”.
Berikut ini adalah preview yang saya coba menggunakan tiga browser (Internet Explorer, Opera dan Mozilla) :
Internet Explorer :
Opera :
Mozilla Firefox :
Sekarang tugas anda adalah memodifikasi sedemikian rupa perintah tersebut, sehingga akan bermanfaat lebih optimal.