
Menutup akses ke registry adalah satu kebiasaan virus (pada windows) yang paling masyhur. Hal ini disebabkan karena registry memang jantungnya windows. Sehingga anda (oleh virus) dilarang untuk mengotak-atiknya dengan
ketakutan hal itu akan mematikan kehidupannya.
Ironisnya, banyak orang yang dengan
sangat tangkas langsung mengambil tindakan
Install Ulang dan atau
format ulang dengan alasan untuk membebaskan diri dari virus. Padahal sebenarnya kedua hal tersebut adalah langkah paling akhir yang harus ditempuh. Namun, rupanya dengan alasan
ketidaktahuan dan ke-
buru-buru-an (
mules ga ketahan), maka
format dan
install ulang masih dipercaya sebagai solusi terbaik.
Pertanyaan saya kemudian adalah,
seberapa sering anda melakukan cara itu per bulan ?. Salah satu rekan dalam diskusi pernah menjawab
bisa sampai 10 kali setiap bulan.
Bae-lah, kali ini kita akan membahas cara-cara untuk memasuki registry yang sengaja atau tidak berada dalam kondisi
Disable dengan menampilkan pesan seperti gambar berikut :

Pesan membosankan ini rupanya banyak menciptakan mitos yang tidak bertanggung jawab yang mengharuskan anda segera meng-
install ulang dan
format ulang. Semoga
Dewa harddisk mengutuk para pencetus mitos ini. Amien ...
hiks hiks ...Perintah REGPerintah tersebut dilakukan dari
command prompt. Dan memang perintah yang satu ini cukup menjengkelkan karena anda harus mengetik perintah yang cukup panjang.
Panjangnya perintah tersebut disebabkan oleh
alamat dari suatu key / value yang ingin anda lakukan modifikasi. Misalnya, anda ingin agar registry dapat diakses kembali maka caranya adalah :
C:\>reg delete hkcu\software\microsoft\windows\currentversion\policies\system /v disableregistrytools/v menunjukkan bahwa teks setelahnya berupa value yang akan dihapus. Setelah di Enter, anda diminta menjawab konfirmasi
Y atau
N. Tentu saja anda harus memilih
Y.
GROUP POLICYRuang ini merupakan ruang visual dari perintah-perintah yang ada di registry. Perintah untuk mengaksesnya adalah
gpedit.msc dari RUN.
Untuk mengaktifkan kembali registry, maka anda harus men-disable pengaturan
Prevent Access to registry editing tools yang berada di User
Configuration/Administrative Templates/System. Perhatikan gambar berikut :

Double click pada
prevent access to registry editing tools, sehingga tampil seperti gambar berikut, pilih
Disabled :

Jangan lupa klik OK.
MENGGUNAKAN SCRIPT INFAndapun dapat membuat file inf yang sudah dimodifikasi untuk perbaikan registry seperti contoh berikut :
[Version]
Signature="$Chicago$"
Provider=TheJagat
[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del
[UnhookRegKey]
HKLM, Software\CLASSES\exefile, Default, Application
HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
[del]
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System,DisableRegistryTools
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System,DisableRegistryToolsSimpan script di notepad dengan nama (misalnya) perbaikanregistry.inf. Cara menggunakannya adalah cukup dengan klik kanan di file tersebut dan pilih
install.

Pada script tersebut, perhatikan perintah dibawah tanda kurung
[del]. Yang akan dihapus adalah teks terakhir.
Dan karena teks terakhirnya adalah DisableRegistryTools, maka itulah yang akan dihapus oleh script ini.
Cara lain masih sangat banyak. Namun,
tiba-tiba perut saya lapar ga ketulungan. Nanti disambung deh. ..
cilukba ..