Once Upon a time ... (
sok english dikit 
), kawan saya gusar gara2 laptopnya hanya mampu menampilkan
blue screen dengan tulisan
UNMOUNTABLE BOOT VOLUME.. sungguh menjengkelkan plus menyedihkan.., karena anda tidak dapat mengakses apapun, bahkan biasanya
Safe Mode-pun tidak dapat diakses.
Tantangan yang ia berikan pada saya cukup menggiurkan, yaitu : "
bagaimana caranya menormalkan kembali harddisk tersebut tanpa install ulang ?" .. Dan dengan senang hati sayapun menyanggupinya ..:)
Kabar baiknya adalah "
bahwa data (bahkan system operasi) anda dalam kondisi aman pada eror jenis ini".
KEMUNGKINAN PENYEBAB
Jika pada harddisk tersebut terdapat lebih dari satu partisi, maka bisa dipastikan erornya terjadi pada Drive C, atau drive lain yang digunakan sebagai ruang installasi
system operasi.
Agak sulit untuk menentukan penyebab secara pasti. Namun, ada beberapa catatan penting mengenai
prosedur akses data sehingga anda dapat memutuskan apa kira-kira yang menjadi penyebab utamanya. Dan
Unmountable boot volume adalah indikasi harddisk mengalami
bad sector.
Pada prinsipnya,
bad sector (salah satu jenis kerusakan harddisk) itu tidak melulu disebabkan oleh jahatnya PLN. Karena bagaimanapun listrik adalah salah satu syarat untuk hidupnya harddisk.
Listrik
dapat dituduh sebagai
oknum utama dengan syarat "
ketika listrik mati, harddisk sedang mengakses data (proses penyimpanan perubahan data)". Nah, pada kondisi tersebut anda bisa
mencak-mencak sama PLN.
Perlu diketahui, bahwa
Bad Sector itu bukan istilah yang diberikan untuk harddisk yang tidak terdeteksi. Harddisk dengan status
Bad Sector masih benar-benar terdeteksi dengan baik, hanya saja proses aksesnya mengalami banyak hambatan. Dan
Bad Sector itu sebenarnya adalah info kerusakan
system file harddisk. Penyebab utamanya lebih sering terjadi karena
berhenti paksa-nya harddisk ketika sedang mengelola data.
Solusi Unmountable Boot Volume
Ada dua cara mudah untuk menangani masalah ini (pilih salah satu), yaitu :
- Menggunakan aplikasi chkdsk (bawaan windows) untuk memperbaiki partisi. Tentu saja hal ini membutuhkan bantuan Windows Live CD atau slave-kan harddisk tersebut pada komputer lain.
Perintah yang harus anda lakukan adalah chkdks /f /r [namadrive]:, contoh : chkdks /f /r c:
- Menggunakan HDD Regenerator. Program ini bisa anda dapatkan di paket Hiren Boot CD. Hanya saja prosesnya lebih lama dari chkdsk.
Disamping itu, andapun bisa menggunakan aplikasi semacam
Partition Recovery yang digunakan untuk mengembalikan status partisi ke posisi semula (sebelum ada eror).
Saya sendiri, biasanya lebih memilih memanfaatkan
chkdsk terlebih dahulu sebelum mencoba yang lain. Satu-satunya yang akan jadi masalah baru anda nanti adalah, bagaimana caranya menjalankan
chkdsk untuk harddisk tersebut ? .. mengingat saat ini harddisknya tidak bisa diakses...
Salah satu solusinya telah disebutkan pada opsi
1 dan
2. Mengenai solusi lain, saya percayakan pada anda untuk memikirkannya ..