Artikel ini ditulis bukan untuk memberi anda referensi suatu merk Antivirus yang dianggap terbaik. Karena bukan itu tujuan
TheJagat ada untuk anda.
Antivirus apa yang harus anda pilih ?Seringkali saya menerima pertanyaan itu. Bahkan dulu sayapun pernah beberapa kali bertanya pada mereka yang dianggap ahli. Penelusuran demi penelusuranpun dilakukan. Kemudian muncullah pertanyaan baru, "
Apa sih yang dilakukan oleh Antivirus terhadap computer kita ?".
Berbagai teori dan hasil analisapun didapat. Sehingga memunculkan kesimpulan baru yang cukup memuaskan. Namun, pada episode berikutnya, pertanyaan baru yang lainpun muncul, "
Antivirus yang bagaimanakah yang seharusnya kita miliki ?".
Ok deh, kisah menjengkelkan tersebut saya hentikan saja. Mari kita langsung bahas saja cerita ini.
Secara global, jawaban untuk pertanyaan diatas adalah : "
Antivirus apapun yang penting selalu update dan ringan untuk dipakai". Hmm, semakin rumit saja ini.
Kalau begitu, semua antivirus bagus dong ?, tidak juga. Karena pada akhirnya akan kembali ke diri kita masing-masing sesuai kadar pengetahuan yang kita miliki.
Bisa jadi, antivirus anda yang berharga
jutaan akan sama fungsinya dengan AntiVirus yang berharga
puluhan ribu atau bahkan dengan yang
free. Karena kebetulan, yang berharga jutaan tadi rupanya tidak pernah diupdate.
hiksUntuk menempuh jawaban yang memuaskan dari pertanyaan tersebut memang tidak boleh hanya berlandaskan Antivirus itu sendiri. Keputusan yang matang hanya akan didapat oleh anda yang pernah mencoba berbagai antivirus dengan sedikit melakukan analisa dan fungsi. Yang harus diingat adalah, selain update Antivirus, andapun harus
mengupdate pengetahuan.
Anda tentu pernah mengalami masa-masa
paranoid, sehingga memaksa anda untuk menginstall lebih dari satu jenis Antivirus, dengan harapan anda akan terbebas dari ancaman. Namun, faktanya harapan tersebut tak kunjung datang, karena rupanya anda lupa dengan hal terpenting, yaitu
Update Antivirus dan
Update Pengetahuan.
Kenapa sih
Update Pengetahuan begitu penting ?. Lalu untuk apa dong kita harus cape-cape cari Antivirus, yang pada akhirnya menuntut kita untuk belajar dan belajar lagi ?.
Update pada ruang ini sangat penting, sehingga anda tidak dengan mudah memvonis baik atau buruknya suatu produk.
Pelajari dan kenali antivirus kesayangan anda. Kenapa ia men-
delete ?, kenapa suatu file dapat di
repair ? pada kondisi file seperti apakah sehingga dapat di-
repair ?, opsi apakah yang harus saya gunakan agar penggunaannya semakin baik ? dan lain sebagainya.
Dengan berbagai modal dasar ini, minimal ada suatu keputusan kecil dalam pemikiran anda, "
Kenapa saya harus memilih atau menggantinya ?".
Bikin Antivirus itu ga gampang lho, para programmernya harus membayangkan pemikiran-pemikiran global dari calon pemakainya. Sehingga, anda sangat tidak layak untuk mengatakan dengan mudah "
ini buruk dan itu buruk" jika modal yang anda punya hanyalah "
KATANYA dan
KATANYA".
Anda mungkin pernah mengalami kondisi seperti cerita berikut :
"Suatu ketika si budi menggunakan Antivirus A dengan update terbaru. Lalu ia pun menyombongkan diri di hadapan si iwan yang masih kelimpungan mikirin virus. Si budi bilang, "wan, ngapain pake Antivirus itu ?, ga bagus tau, jelek banget, mending pake ini aja nih, tidak langsung meng-hapus data lho, ada opsi Repair-nya".
Kemudian, atas rayuan maut si budi, iwanpun mencobanya. Iwan terlihat berbunga-bunga penuh harap atas sugesti yang ditanamkan budi.
Namun apa yang terjadi ?, ternyata opsi Repair yang dijanjikan budi terhadap filenya yang terdeteksi tidak dapat diklik. Iapun tetap saja dipaksa untuk memilih antara Delete dan Quarantine. Dua opsi yang sama-sama menyakitkan."
Hmm, Apa sebenarnya yang terjadi dengan si iwan ?. Apakah iwan memang sial atau komputernya harus segera di-
ruwat ?.
Ada beberapa kemungkinan untuk menjawab kondisi si iwan tersebut :
- Perlu diketahui, bahwa opsi Repair yang terdapat pada suatu Antivirus hanyalah sebatas kebijakan. Dan kebijakan ini biasanya didapatkan setelah pembuatnya mengetahui lebih dalam dan "SEMPAT" untuk menelaah virus sampai ke endog-endog-nya.
- Opsi Repair hanya mungkin dilakukan pada suatu file yang metode infeksi malwarenya tidak terlalu sulit untuk dibersihkan. Tidak sulit ini dilandaskan pada pengetahuan dan pendalaman masing-masing pembuat Antivirus.
- Opsi Repair tidak bisa diklik jika file yang terinfeksi tersebut benar-benar dianggap berbahaya dan tidak layak untuk dipertahankan.
Dari ketiga kemungkinan tersebut, pada intinya sama saja, yaitu tergantung dari
"seberapa dalam" dan "
seberapa sempat" si pembuat Antivirus menganalisa suatu malware.
Jika ternyata mereka
dikejar setoran, atau barangkali terlalu lama proses pembuatan
update-nya jika harus dengan opsi repair, atau mungkin juga karena dengan alasan
FREE, maka
delete dan
Quarantine adalah pilihan terbaik.
Jadi, keputusan si budi untuk mengatakan yang terbaik dengan alasan tersebut tidak tepat bukan ?.
Bersambung …