
Cukup banyak buku-buku yang menawarkan berbagai macam metode untuk cepat mahir suatu bahasa pemrograman. Namun, masih banyak yang bertanya ke saya,
apa yang seharusnya dipelajari terlebih dahulu ?.
Hal itu rupanya menarik perhatian saya untuk menelaah lebih jauh, apa sebenarnya yang terjadi ?. Kemudian dalam beberapa episode diskusi rutin, akhirnya ditemukanlah salah satu penyebab sulitnya memahami pemerograman dengan cermat. Kesulitan tersebut persis seperti apa yang saya alami dulu, yaitu
keserakahan.
Sebenarnya hal ini tidak hanya berlaku di PHP,
konsep ini dapat anda gunakan juga untuk mempelajari pemerograman bahasa lain.
Keserakahan yang dimaksud adalah tidak konsistennya anda ketika sedang mempelajari suatu bab. Misalnya, saat ini anda sedang mempelajari bab tentang
Function, kemudian tiba-tiba anda melihat adanya pembahasan baru di internet tentang konsep
Code Encryption.
Memang sih anda tidak akan disalahkan sama sekali jika kemudian tertarik untuk mempelajari hal baru tersebut. Tapi mempelajari
function tidak terbatas pada bagaiman
function itu ditulis atau ditempatkan. Tapi juga bagaimana membuat
function yang tepat, bagaimana memanage
function agar tidak boros perintah, dsb.
Premature-nya pemahaman anda tentang sesuatu hal akan membawa dampak yang cukup buruk di masa depan penulisan kode anda.
Sayapun pernah mengalami hal seperti itu. Sehingga berpuluh buku yang membahas tentang suatu bahasa pemerograman saya beli, namun hasil umumnya tetap saja,
Bingung.
Mitos Tentang Cara Cepat Belajar PemrogramanCara cepat, cara praktis, tips hebat, tips praktis dan segudang
propaganda lainnya hanyalah konsep bisnis semata. Bagi saya itu hanyalah segelintir pemahaman seorang penulis tentang suatu masalah.
Perlu anda ketahui, bahwa belajar
pemerograman (bahasa apapun) adalah mempelajari konsep logika. Jadi, inti dari pemerograman adalah ketepatan menempatkan logika anda. Sedangkan struktur perintah, tata letak perintah, rumus perintah atau cara menulis perintah adalah konsep dasar-nya. Dan tentu saja anda tidak boleh (
bahkan dilarang) untuk meninggalkan konsep dasar ini. Karena akibatnya anda akan kehilangan
rasa dari bahasa program.
Ketepatan menempatkan logika tersebut tidak
melulu bersumber dari contoh. Banyak diantaranya yang menuntut anda untuk berimajinasi. Seperti halnya
program-program editor design (photoshop, corel draw dll). Program-program tersebut tidak akan membawa anda menjadi desainer handal jika anda tidak mau belajar berimajinasi.
Nah, barangkali cerita ini akan menjadi salah satu solusi bagi anda untuk dapat mempelajari dengan cermat.
- Pahami hal-hal dasar
Hal-hal dasar ini lebih ditekankan pada prosedur penempatan perintah, ketepatan menulis rumus, dll.
Contoh :
PHP akan dimulai dengan tag <? dan diakhiri dengan ?>.
Function dalam PHP mempunyai konstruksi sebagai berikut :
function nama_fungsi ()
{
//Statement
}
Dan begitu seterusnya. Intinya, adalah sangat penting mempelajari struktur dasar suatu bidang ilmu. Karena dari situlah ide-ide tentang hal yang lebih tinggi akan timbul.
- Mulailah dengan sebuah project
Bayangkan sebuah project. Kemudian pilah-pilah apa saja yang harus anda tekankan dalam project tersebut. Misalnya : menampilkan headline berita, menampilkan gambar dll. Dan pastikan, setiap ruang dari yang anda pilah-pilah tersebut dapat terselesaikan dengan baik (minimal menurut anda sendiri).
Untuk sementara, lupakan tentang konsep security, interface, hacking dan lain sebagainya, yang pada intinya anda belum saatnya memulai pelajaran itu.
- Habiskan Logika anda pada suatu prosedur
Seorang programmer handal akan menelusuri semua hal yang berada dalam satu hal. Contoh :
Anda membuat suatu formulir yang berisi Nama dan Alamat. Kemudian Formulir tersebut akan dieksekusi (action) oleh suatu file, misalnya proses.php atau boleh juga oleh file itu sendiri (action=$php_self).
Nah, file yang menjadi pemeroses (proses.php) atau script tertentu dalam file yang sama yang bertugas memeroses ($php_self) harus menghabiskan konsep logika dari dua form tadi (Nama dan Alamat).
Misalnya sebagai berikut :
- Jika kolom Nama dan Alamat tidak kosong
- Jika kolom nama diisi lebih dari / kurang dari 10 karakter
- Jika kolom alamat diisi lebih dari / kurang dari 20 karakter
- Jika kolom Nama / Alamat diisi angka
- Jika terdapat nama yang sama di database
- Jika karakter yang masuk diisi dengan huruf capital
- Jika karakter yang masuk terdiri dari huruf dan angka
- Jika karakter yang masuk adalah Karakter Spesial ($ # % dll).
- Jika karakter yang masuk mengandung spasi
- Dan lain sebagainya
Nah, bisa anda lihat kan ? ternyata cukup banyak variasi logika yang dapat diterapkan dari hanya dua form di atas. Walau begitu, tentu andalah yang harus menentukan logika mana yang terpenting untuk diterapkan. Dan jika semakin banyak logika dalam suatu prosedur, maka akan menjadikan kode anda lebih bernuansa sosial. Itu akan menunjukkan bahwa anda mengerti kebiasaan orang pada umumnya.
Karena Programmer handal akan berimajinasi tentang cara user mengakses programnya nanti. Dan kemudian kesimpulan dari imajinasi tersebut akan tertuang dalam kodenya.
Bravo Programmer !!.